La, cerita padaku, bahwa mengapa wanita dilahirkan untuk selalu setia ?, aq diam, karena aq tak mengerti maksud La cerita dan bertanya padaku ketika itu,Kata La, "kamu ingat ada pasien wanita korban salah diagnosa yang mengalami cacat setelah/pasca dia melahirkan, karena suaminya katanya tidak tega melihat kondisi istrinya, kemudian suaminya meminta pihak RS untuk menyuntik mati istrinya?" dan timbul perdebatan di masyarakat waktu itu, aq lupa tapi aq sepertinya pernah mendengar cerita itu. lalu aq bertanya pada La, "memang ada apa, La ?. Sekarang wanita itu masih hidup lho, walaupun kondisinya cacat hanya tidur di ruang perawatan di RS, dan Alhamdullilah biaya perawatan dia digratiskan oleh Departemen Kesehatan . Kata La, kasihan sekali wanita itu, masih kelihatan cantik, namun dia masih kondisi sakit sekarang, dan selama beberapa tahun suaminya ,tak lagi membesuknya, Kasihan sekali aq mendengarnya, tega sekali pria itu, padahal , istrinya habis berjuang antara hidup dan mati sehabis melahirkan, entah benar atau tidak beritanya, sekarang wanita itu tidak ada yang mengurusi lagi ( keluarganya ) kecuali pihak rumah sakit tempat wanita itu dirawat,dan sekarang suaminya menikah lagi , serta anakmya dirawat orang lain. ( Oh kasihan sekali jika berita itu benar),Mendengar cerita La, aq jadi ingat my roommate di Bandung, saat workshop pembuatan peragaan IPA , di PPPG IPA Bandung, namanya Ibu Y ( guru fisika ), walaupun baru kenal 1 hari dia cerita bahwa dia baru bercerai dengan suaminya, tapi ia masih amat mencintainya , dengan sok dewasanya aq bertanya " memang permasalahannya apa ibu Y ", Dia menjawab dia baru di operasi pengangkatan indung telur , dan katanya dipastikan dia tidak dapat memberikan anak pada suaminya, Pihak orang tua dari suaminya, meminta agar putranya menceraikan istrinya, karena tidak dapat memberikan keturunan padanya, tapi mungkin suaminya tidak punya kekuatan apapun, dan terpengaruh untuk akhirnya menceraikan istrinya ( apa mungkin dia juga tidak benar-benar mencintainya , wah kasihan sekali aq mendengarnya, saat itu aq hanya jadi pendengar setia, aq hanya bilang buat bersabar , tapi dalam bathiku berkata " Enak sekali ya laki-laki ", dan aq dengar dari temanku kalau ibu Y saat ini dia sering jatuh sakit, mungkin beban pikirannya yang tidak dapat dia bendung sendiri . Disisi lain aq membaca tabloid wanita yang menceritakan kesetiaan seorang wanita, yang walaupun suami strooke, karena jatuh saat sedang rapat di proyeknya (kantor), istrinya setia dan selalu membesarkan hati suaminya, dengan mengajak jalan-jalan ke mall,Arisan/ kumpul dengan teman-teman dari pihak istrinya, walaupun suaminya tak lagi beberja dan berpenghasilan besar seperti saat suaminya masih sehat. Tubuh suaminya yang dulu kekar besar, sekarang menjadi kurus dan hanya duduk di kursi roda. Aq terdiam dan berpikir, apa ini kesetiaan ? lalu mengapa hanya wanita yang dituntut dan bisa untuk setia, mengapa laki-laki tidak ?, mudah-mudahan dugaanku salah, akan ada makhluk Allah SWT yang berhati emas untuk saling setia dengan pasangannya masing-masing dimuka bumi ini, hanya karena mencari ridho Allah. Amin
huaaaaaaaaaaa cerita kok mengharukan thooo jadi ikutan sedih.....
BalasHapus